Senin, 19 Juni 2017 - 09:53:16 WIB
Di Duga Kerap Di Aniaya Ibu Angkat, Warga JLT Lumajang Melapor Polisi
Diposting oleh : Kang Anton
Kategori: HUKUM - Dibaca: 20 kali

BeritaA1.com Lumajang : Sejumlah warga masyarakat di kawasan JLT (Jalur Lintas Timur) Lumajang Jawa Timur melapor Polisi karena adanya dugaan penganiayaan pada seorang gadis. Jamal salah satu sopir angkot yang biasa mangkal di pertigaan lampu merah Jalur Lintas Timur - JLT ujung selatan masuk Kelurahan Jogotrunan Kota Lumajang menyatakan, warga sempat geger karena ada gadis bernama Fani usia (20) yang menangis meronta minta tolong pada sejumlah pengemudi angkot untuk diantar pulang ke Surabaya. Fani mengaku kerap dipukuli oleh mama angkatnya bernama Vivin, yang bertempat tinggal Kelurahan Jogotrunan, dusun Bagusari RT 01 RW 17, Kota Lumajang. "Ia menangis, katanya sering dipukuli oleh mama angkatnya, sampai kaca matanya patah, lalu minta diantar pulang ke bu dhenya di Surabaya, ngasi nomer telephon ke saya setelah ditelepon ternyata benar terhubung, saya suruh duduk didalam angkot biar anak ini tenang, tapi saya bingung juga takut ada apa-apa," Katanya Selasa (13/06/2017) Tak lama kemudian, datang seorang ibu yang mengatakan bahwa ia mamanya, namun saat mau diajak pulang, Fani tidak mau ikut sama sekali, ia bilang takut karena kerap dipukuli. "Saya stres memikirkan ini, saya ingin pulang ke bu dhe saya di Surabaya, saya disini sering dipukuli pakai sendok besi, dilempar hp, kadang pakai helm, awalnya saya biarkan karena saya sayang mama vivin, tapi lama kelamaan saya tidak betah, saya tidak mau lagi tingga sama dia, saya mau pulang,' ucapnya sambil tersedu-sedu. Pihak Kepolisian Sektor Kota Lumajang yang mengetahui akan hal ini langsung menuju TKP dan membawa ke polsek kota. Kapolsek Kota Lumajang Ipda Darmanto membenarkan akan adanya suatu permasalahan yang sempat diadukan masyarakat ke Polsek Kota Lumajang "Memang ada yang mengadu pada kami, ketika kita lakukan klarifikasi tidak ada hal yang didesuskan yang namanya pemukulan terlebih penganiayaan, yang ada gadis ini bersikukuh minta pulang ke Surabaya, sudah kami lakukan klarifikasi ke pihak-pihak terkait, terlebih yang di Surabaya ini ternyata panti asuhan, ini sudah kita hubungi dan dari sana siap datang ke Lumajang," terang Kapolsek. "Jadi bukan pemukulan terlebih penganiayaan yang sampai pada kami, itu tidak benar, melainkan si gadis ini ingin pulang ke surabaya, juga kami sudah pertemukan langsung dengan mama tirinya yang dimaksud, tidak ada kekerasan, cuma gadis ini meminta pulang ke Suarabaya,'Cetus Kapolsek. KA


0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)