Sabtu, 17 Juni 2017 - 11:33:52 WIB
Akhir Tahun Pelajaran 2016/2017 Lembaga Sekolah Al Hidayah Di Tengah Wacana Full Day School
Diposting oleh : Kang Anton
Kategori: DAERAH - Dibaca: 37 kali

BeritaA1.com Jember : Berbagai macam cara dilakukan Lembaga Sekolah di Jember Jawa Timur dalam terus memacu kreatifitas anak didik pada akhir tahun ajaran baru 2016/2017. Salah satunya yakni memberikan sejumlah predikat dan sejumlah penghargaan baik souvenir maupun yang lainya ternyata dirasa sangat bagus untuk memotifasi minat belajar Menurut Kepala Sekolah SD Alhidayah Desa Karang Duren Kecamatan Balung Kabupaten Jember Jawa Timur A Hakam, upaya tersebut dilakukan agar lembaga Sekolah yang telah dipimpinnya dan anak didik memiliki kemampuan lebih di atas rata-rata sehingga tujuan sekolah mendukung program pendidikan nasional dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan dapat tercapai secara maksimal sehingga Negri ini memiliki kridibikitas tinggi di mata dunia. "Benar pak kami akan terus berupa memaksimalkan dalam mendidik anak kami, semoga ananda semua selalu memiliki kualitas lebih baik dalam pendidikan maupun pada masa depannya kelak, "Jelasnya Sabtu (17/06/2017)

Sementara itu Wali Kelas SD Alhidayah Desa Karang Duren Balung Kabupaten Jember Jawa Timur Siti Mariyam Spdi, dalam setiap akhir tahun ajaran, pihaknya selalu memberikan penghargaan kepada siswa didiknya agar kedepan siswa didik semakin termotifasi untuk lebih giat lagi dalam belajar.

Dalam tahun ajaran kali ini Juara pertama kelas satu SD Alhidayah Desa Karang Duren Kecamatan Balung Kabupaten Jember Jawa Timur Di raih oleh Kanza Tabita Sakhi Anthonietta anak dari Nanik Hidayah. "Benar, kami terus berupaya menjadi yang terbaik dan kali ini yang juara satu adalah Kanza Tabita Sakhi Anthonietta, "Jelasnya.

Data yang berhasil dihimpun media ini Potret dunia pendidikan kita dari tahun ketahun selalu saja diwarnai dengan perubahan kebijakan namun tidak mematahkan semangat para Lembaga Sekolah. Sejauh ini ada saja kebijakan baru pemerintah yang menyangkut dunia pendidikan. Mulai dari perubahan kurikulum hingga perubahan sistim pembelajaran, sering dilakukan pemerintah khususnya oleh kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.    Untuk perubahan kurikulum saja, sejak Indonesia merdeka tercatat sudah  11 kali terjadi pergantian kurikulum. Seringnya terjadi pergantian sistim pendidikan di negri ini, sering membuat masyarakat bingung, bahkan terkadang memunculkan pernyataan yang bernada sinis, seperti,  setiap ganti menteri pasti berganti pula  sistim belajar atau kurikulumnya.     Apa yang dikatakan masyarakat itu sebenarnya berangkat dari keresahan mereka atas perubahan kebijakan yang terkesan dipaksakan. Namun, di balik itu Kementrian terkait selalu saja ada alasan, terhadap kebijakan yang diambil. Alasan yang sering dimunculkan adalah pergantian kurikulum didasarkan pada perkembangan masyarakat dan Ilmu Pengetahuan.   

Diawal tahun pelajaran 2017/2018 ini polemik dunia pendidikan kita kembali mencuat  kepermukaan, menyusul adanya rencana penerapan full day school atau lima hari sekolah oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.    Seperti yang dilansir sejumlah media, Rencana penerapan lima hari sekolah itu menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan, wakil presiden, Jusuf Kalla, menegaskan, keputusan mendikbud, Muhadjir Effendi akan dievaluasi ulang. Karena, menyangkut banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari sistem pembelajaran hingga konsumsi tambahan yang dinilai perlu diadakan bagi para pelajar. Selain itu menteri pendidikan dan kebudayaan juga dinilai perlu mempertimbangkan secara matang kesiapan pihak sekolah, karena kebijakan ini tidak hanya ditujukakan kepada sekolah yang ada di perkotaan saja, akan tetapi juga bagi sekolah yang berada di wilayah pedesaan serta pedalaman.     

Disisi lain  Mendikbud Muhadjir Effendi mengatakan rencana penerapan lima hari sekolah atau full day school(FDS),  bertujuan untuk memperbaiki sistem penilaian kerja guru. Kemendikbud menegaskan full day school akan dilakukan secara bertahap. Sekolah yang belum dapat melaksanakan sistem tersebut karena keterbatasan sarana dan prasana, akan dibantu oleh  pemerintah. Oleh karena itu Muhadjir meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan rencana FDS ini, Menurutnya beban peserta didik tidak akan bertambah.  

  Bagi masyarakat yang pro menyatakan kebijakan  ini merupakan terobosan apik dari pemerintah terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Sebab dengan adanya sistem tersebut jam belajar siswa relatif panjang di sekolahan. Artinya, kegiatan siswa menjadi lebih termonitoring serta mengarah kepada aktivitas positif, Sekolah menjadi rumah kedua. Salah satu contoh Negara yang sudah menerapkan fuul day school adalah finlandia dan beberapa Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dan mereka berhasil, bahkan finlandia saat ini tercatat sebagai Negara yang memiliki sistim pendidikan terbaik di dunia.  Hid




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)