Banyaknya Koperasi Bodong Di Lumajang Memperburuk Perekonomian Rakyat

BeritaA1.com Lumajang : Dinas Koperasi Lumajang Jawa Timur dituntut kerja keras dan cerdas menyikapi semakin maraknya bisnis simpan pinjam uang berkedok koperasi belakangan ini. Karena jelas efek nya jika kondisi demikian dibiarkan maka akan semakin memperpuruk perekonomian masyarakat karena tidak jauh beda dengan rentenir.

Saat ditemui diruang kerjanya, Abdul Majid, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lumajang tidak bisa mengelak, setiap usaha simpan pinjam berkedok koperasi yang menjual uangnya dengan suku bunga tinggi itu tidak bisa dibenarkan, apalagi saat ini jumlahnya semakin banyak.

"Jika ada koperasi yang memberi bunga pinjamannya dalam hitungan setiap hari atau setiap minggu itu menyalahi aturan, terlebih akumulasinya nanti jika dihitung dalam satu bulan bunganya berlipat-lipat, maka hal itu jelas diluar aturan koperasi, karena jelas tidak mensejahterakan masyarakat. Yang dianjurkan adalah, mereka menjual uangnya dengan kisaran rata-rata bunga berkisar 2%/bulan atau tidak jauh dengan bank," katanya, Kamis (18/05/2017).

Lebih Jauh Abdul Majid mengatakan, belakangan ini juga kerap ada pihak-pihak yang meminjamkan uang dipedesaan dengan suku bunga tinggi berkedok koperasi. Menyikapi akan hal itu, pihaknya mengaku telah melakukan pengawasan sembari menyarankan agar para pelaku usaha simpan pinjam yang masih menjalankan mekanisme simpan pinjamnya belum setara dengan aturan perkoperasian yang ada, agar bersedia berbenah.

"Sementara ini kita fasilitasi, jika ada dari mereka yang tidak punya ijin maka kita sarankan segera melengkapi. Mau ikuti aturan koperasi ataukah tidak, jika tidak nanti ada aturan dan mekanisme tersendiri pula untuk menindak tegas dengan cara keluar atau sampai laporan ke kepolisian," imbuhnya. Hid

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar