Minggu, 11 September 2016 - 10:44:37 WIB

Lapas Lumajang Penuh


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: HUKUM - Dibaca: 1017 kali

Beritaa1.com Lumajang : Setelah sebanyak (33) Tahanan Kasus Salim Kancil Dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan -Lapas Lumajang kondisi Lapas Kelas IIB Lumajang semakin Over Kapasitas. Pasca pemindahan dari Rutan (Rumah Tahanan) Mapolda Jatim ke Lapas Kelas IIB Lumajang di Jl. Alun-Alun Selatan Lumajang (33) tahanan kasus Salim Kancil tidak langsung ditempatkan di Blok hunian napi setempat. Para terpidana kasus yang menjadi sorotan publik tanah air tersebut, harus menjalani masa karantina terlebih dulu. Drs Martono Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIB Lumajang Sabtu kemarin, mengatakan bahwa para tahanan kasus Salim Kancil, yakni Hariyono, Kepala Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian dan kawan-kawan, harus menjalani karantina yang disebut dengan mapenaling (masa pengenalan lingkungan). “Mereka wajib menjalani karantina yang waktunya antara 3 hari sampai satu minggu.

Dan para tahanan ditempatkan di satu ruangan yang sama selama menjalani karantina atau mapenaling ini,” katanya Selasa (06/09/2016)

Sebanyak (16) tahanan sudah melewati karantina dan telah dipindahkan ke dua blok yang ada di Lapas Kelas IIB Lumajang. Ke-16 tahanan tersebut disebar ke 22 ruangan yang ada di Blok A dan Blok B Lapas. "Untuk tahanan yang dipindahkan gelombang pertama sebanyak 16 orang, sudah ditempatkan di blok hunian napi. Mereka menjadi satu dengan napi lainnya yang ditempatkan di 22 ruangan di sana. Ada yang satu ruangan kita tempatkan 2 orang, ada juga yang tiga orang. Pokoknya dibagi rata," paparnya. Sementara itu, untuk 17 tahanan lainnya yang dipindahkan pada tahap kedua, masih menjalani karantina. Masih membutuhkan beberapa hari lagi karantina sebelum nantinya juga dipindahkan ke ruangan napi di Blok A dan B. Dengan dipindahkannya 33 tahanan kasus Salim Kancil ke Lapas Kelas IIB Lumajang, diakui semakin membuat padat hunian napi di dua blok lapas tersebut. Karena sebelumnya sudah ada 340 warga binaan, sehingga total menjadi 373 warga binaan.

“Cukup padat dan ini juga sudah over kapasitas,” jelasnya. Dikatakan oleh Martono, karena ke 33 tahanan kasus Salim Kancil bukan termasuk napi yang menjadi atensi seperti kasus terorisme, pihaknya pun tidak ada kebijakan untuk melakukan pemantauan secara ketat. Dan yang pasti, pemindahan ke Lapas Kelas IIB Lumajang, ke 33 tahanan kasus Salim Kancil ini mengaku sangat senang. Pasalnya, jarak yang dekat membuat pihak keluarga tahanan bisa membesuk sewaktu-waktu sesuai jadwal yang ada. Martono menambahkan, beberapa hari menjalani penahanan di Lapas Kelas IIB Lumajang, para tahanan kasus Salim Kancil ini pun beraktivitas sama dengan warga binaan lainnya, seperti olahraga, ngobrol dengan teman warga binaan lainnya.

“Jadi mereka merasa senang di Lapas Lumajang, justru mereka tertawa-tawa juga,” pungkasnya. Ton



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)