Umat Muslim di Tengah Umat Hindu di Lumajang Tetap Rukun

Beritaa1.com, Lumajang, Aktifitas agama umat muslim pada masa bulan Ramadhan di tengah minoritas masyarakat yang ada di Lumajang terus berjalan harmonis atas tingginya toleransi berkeyakinan dalam berketuhanan.

Menurut Takmir Masjid Jabal Nur di Dusun Gedok Pucuk Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur Sukardi, aktifitas agama selama bulan ramadhan berjalan khidmat dan khusuk kondisi demikian dibuktikan dengan berbagai macam kegiatan keagamaan selama bulan suci ramadhan. Sementara itu warga yang berkeyakinan agama lain juga sangat menghargai umat muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan demikian juga umat muslim sangat menghargai keyakinan agama lain.

Di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang jawa timur mayoritas penduduk memeluk agama Hindu. Kondisi umat muslim yang terus berkembang pesat di daerah ini juga terus berkembang apalagi dengan sarana prasarana masjid yang sangat menyenangkan dan lengkap juga tentu sangat mendukung.

Sementara itu Ustad Suku Tengger Argosari Lumajang Afrizal, selain itu ada keunikan dan rasa yang berbeda serta menyenangkan ketika berada di dalam masjid Jabal Nur di Dusun Gedok Pucuk Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Apalagi Masjid ini saat ini telah dinobatkan sebagai masjid tertinggi sepulau jawa dengan ketinggian mencapai 2900 Mpdl, meskipun akses jalan begitu berat karena untuk mencapai Masjid tersebut umat Muslim harus melalui lereng gunung dan jurang yang terjal. Masjid tertinggi sepulau Jawa ini bernama Jabal Nur yang artinya Gunung dan cahaya, sementara itu posisi Masjid tersebut berada diantara Gunung Semeru dan Gunung Bromo sehingga tentu saja menambah eksotika pemandangan serta adanya ketentraman ketika berada di Masjid tersebut.

Pada awalnya Masjid ini adalah Mushola yang sangat sederhana, betapa tidak bagunan yang hanya berukuran 5x5 meter hanya berdinding papan dan beratapkan Ilalang. Akan tetapi setelah dibangun oleh para Mualaf pada tahun 2006 lalu masjid ini berubah drastis baik dari sisi bangunanya maupun jumlah umat muslimnya. Ton/Anto

Berita Terkait

Belum Ada Komentar

Isi Komentar