Jumat, 30 November 2018 - 10:23:11 WIB

Pendataan Hak Pilih Orang Gila Masih Dilakukan KPU Lumajang


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: HUKUM - Dibaca: 273 kali

Pendataan Hak Pilih "Orang Gila" Masih Terus Dilakukan Lumajang, Di usai acara Sosialisasi Pengawasan Metode Kampanye Pemilu 2019 yang dilaksanakan kemarin oleh Bawaslu Kab Lumajang di salah satu warung apung di wilayah kec. Sukodono, Ketua KPU Lumajang, Siti Mudhawiyah, SE., mengatakan bahwa sejauh ini KPU hanya sebatas melakukan pendataan saja terhadap penyandang Tuna Grahita, dan itu menurutnya sesuai dengan surat edaran (SE) KPU Nomor 1401/PL.02.1-SD/01/KPU/CI/2018.

"KPU RI memerintahkan kepada kami untuk melakukan pendataan kepada WNI penyandang tuna grahita yang telah memenuhi syarat (TMS) sebagai pemilih",Ujarnya Jumat (30/11/2018).

Lanjut Mudhawiyah, Penyandang Tuna Grahita yang dimaksut adalah seseorang yang mengalami keterbelakangan mental, meski demikian bukan berarti pihaknya berhak memutuskan sepihak kepada penyandang disabilitas mental ini untuk di TMS kan, karena dikawatirkan dari data sebelumnya, yaitu data pencocokan dan penelitian (coklit) sudah masuk dalam kategori pemilih.

"Untuk menyatakan berat dan tidaknya keterbelakangan mental yang dialami, biasanya dapat diketahui dari surat keterangan yang ditunjukkan oleh yang bersangkutan", Tegasnya.

Selain melakukan pendataan terhadap penyandang disabilitas mental, bukan berarti KPU juga melakukan pendataan terhadap orang gila yang ada dijalan-jalan, karena itu menurut, Mudhawiyah menjadi ranah Dinas Sosial untuk melakukan pendataan. "Penyandang keterbelakangan mental bisa mengikuti coblosan datang ke TPS, tentunya disesuaikan dengan parameter pokok, semisal usia 17 tahun, sudah terdaftar, memiliki KTP elektronik, yang nantinya data - datanya kita sesuaikan dengan data kependudukannya",Tambahnya. Diakui meski orang gila dijalanan menjadi ranah Dinas Sosial untuk melakukan pendataan, namun sejauh ini, pihak KPU belum berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk mencocokkan hasil pendataannya. "Belum, sejauh ini kami hanya melakukan pendataan dilingkungan, atau informasi dari masyarakat, yang jelas penyandang disabilitas mental ini kami prioritaskan",Pungkasnya. (bas)



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)