Minggu, 09 September 2018 - 11:52:51 WIB

Tradisi Ontalan Pada Saat Pernikahan di Klakah Lumajang Masih Dilestarikan


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: HIBURAN - Dibaca: 44 kali

BeritaA1 : Tradisi Ontalan pada Acara perkawinan di Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur hinggga saat ini terus terjaga baik dan terus dilestarikan oleh Masyarakat setempat sebagai tradisi dari para leluhur sekaligus sebagai budaya kearifan lokal Kata Ontalan sendiri adalah pemberian nama yang diberikan oleh masyarakat setempat pada acara sebuah tradisi dari masyarakat Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur tersebut dan sudah ada sejak jaman dulu, dimana acara ini dilakukan saat Sang pengantin Pria akan pulang ke rumah pengantin wanita tradisi tersebut dilakukan.

Sebelum pulang kedua pengantin duduk bersanding dengan disaksikan para tamu undangan, Para sanak saudara dan kerabat memberikan sejumlah uang dengan cara dilempar kesebuah tempat yang telah disiapkan yaitu berupa talam dengan tujuan sebagai salah satu bukti kongkrit sebuah restu yang diberikan keluarga terhadap para mempelai Menurut salah satu tokoh Masyarakat Klakah Lumajang Jawa Timur Ahmadi acara ini tetap terus dilestarikan pada Masyarakat Klakah hingga saat ini mengingat ini merupakan tradisi dari para leluhur dengan tujuan baik tentutnya agar sang pengantin mendapatkan berkah dari hasil perkawinan tersebut.

"Acara Ini acara Ontalan namanya, ya dengan tujuan agar mendapatkan berkah sehat, menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warahmah dan banyak rizkinya serta sebagai tolak balak,"Jelasnya Minggu (09/09/2018)

Ahmadi yang juga sekaligus sebagai salah satu Jurnalis media cetak harian Lumajang juga menjelaskan, Sebelum acara Ontalan dimulai terlebih dahulu ada sambutan dari perwakilan keluarga pengantin pria dan setelah itu dilanjutkan sambutan dari perwakilan keluarga pengantin wanita yang intinya kedua belah pihak memberikan nasehat-nasehat yang baik, bagaimana mengarungi sebuah rumah tangga untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawahdah warohmah kepada para mempelai, kemudian setelah itu acara tersebut ditutup dengan doa oleh Kyai atau tokoh agama setempat sebagai permohonan kepada sang pencipta Alloh SWT.

"Pada sebuah acara perkawinan di Desa Seruni Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang misalnya, pasca ditutup dengan doa, seluruh sanak kerabat baik pria maupun wanita langsung mengerumuni sang pengantin untuk memberikan Ontalan,"Jelasnya.

Kurang lebih satu jam acara Ontalan berlangsung dengan meriah, satu persatu melempar uang kedalam talam antara 20000 hingga 100000 dan setelah sudah tidak ada lagi yang melempar uang ke dalam talam, baru acara tersebut ditutup, uang hasil Ontalan dibungkus dengan saputangan, pembawa acara mengumumkan lewat pengeras suara jumlah uang yang diperoleh dari Ontalan, setelah itu perwakilan keluarga pengantin pria memberikan kepada pengantin wanita. An



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)