Jumat, 07 September 2018 - 13:21:27 WIB

Akibat Racun Sianida, Masyarakat Lumajang Sesalkan Lemahnya Pengawasan Lapas 2b


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: HUKUM - Dibaca: 28 kali

BeritaA1, Lumajang : Sejumlah elemen Masyarakat Kabupaten Lumajang mempertanyakan dan menyesalkan adanya racun Sianida yang bisa masuk ke Lembaga Pemasyarakatan -Lapas 2b Lumajang sehingga mengakibatkan dua orang pasangan suami istri meninggal dunia.

Menurut Salah satu Tokoh Masyarakat Lumajang Mahmud, mempertanyakan adanya racun Sianida masuk ke Lembaga Pemasyarakatan Lumajang yang bisa berakibat meninggalnya dua orang pasangan suami istri.

"Lo kok bisa Masuk ya racun ke Lapas, bagaimana dia membawanya,"Katanya Jumat (07/09/2018)

Sementara itu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat -LSM Solidaritas Masyarakat Transparansi Lumajang, Erry Pelupessy, sangat menyesalkan adanya racun jenis Sianida masuk ke Lembaga Pemasyarakatan Lapas Lumajang terlebih temuan tersebut sangat mengejutkan yakni jenis racun sianida. Apakah terjadi lemahnya pengawasan dalam lapas tersebut.

"Kami sangat menyesalkan adanya kejadian meninggalnya dua pasangan suami istri di Lembaga Pemasyarakatan Lapas Lumajang terlebih meninggalnya menggunakan racun Sianida, kok bisa masuk ke Lembaga Pemasyarakaran apakah tidak sesuai Standart Operasional Prosedur -SOP ketika ada orang atau keluarga yang melakukan besuk keluarga di Lapas,"Tegasnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH. MHum ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari Tim Laboratorium Forensik -Labfor Surabaya jika jenis racun yang digunakan untuk dugaan bunuh diri salah satu penghuni Lapas Lumajang adalah jenis racun Sianida yang terkenal mematikan tersebut.

Ini dasarnya dari barang bukti botol air mineral yang diduga digunakan oleh pasangan tersebut karena memang indikasinya mengarah ke bunuh diri kedua pasanagan tersebut.

"Benar sekali hasil komunikasi Kami racun yang digunanakan adalah jenis racun sianida,"Katanya.

Pihak Kepolisian juga saat ini mempertanyakan bagaiaman bisa racun tersebut bisa masuk ke Lapas, Kepolisian masih akan mendalami dan akan menjadi prioritas dalam melakukan penanganan kasus tersebut. Sesuai informasibyang telwh dismpaikan RRI sebelumnya Rasit usia 30 tahun tahanan Lembaga Pemasyarakatan -Lapas kelas II B Lumajang, meninggal dunia berpelukan bersama Fatimah Usia 18 tahun, istrinya di dalam lapas, Jumat (31/8/2018).

Pasangan suami istri (Pasutri) tewas diduga meminum racun.  Kronologis meninggalnya Pasutri ini di ceritakan Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH. MHum, awal sekitar pukul 09.00 WIB, Fatimah istri dari tahanan bersama ibu mertuanya datang ke lapas untuk menjenguk tahanan bernama Rasit. 

Mereka membawa makanan berupa 2 bungkus Nasi jagung, 1 bungkus serundeng, 1 bungkus rendam daging sapi, 1 bungkus mie goreng dan 1 bungkus pisang goreng. Hid



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)