Kamis, 17 Mei 2018 - 14:11:26 WIB

DKPP Probolinggo Berikan Bantuan Petani Bawang


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: DAERAH - Dibaca: 64 kali

BeritaA1, Probolinggo : Guna meningkatkan centra kawasan bawang merah dalam wilayah Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyerahkan sejumlah bantuan berupa timbangan duduk dan terpal.

Pemberian bantuan timbangan duduk dan terpal ini dilakukan sebagai program pendampingan dari Kabupaten Probolinggo atas program APBN kegiatan kawasan bawang merah tahun 2018 berupa bantuan benih bawang merah.

Bantuan ini diberikan kepada 34 kelompok tani yang akan menerima bantuan 34 unit timbangan duduk kapasitas 500 Kg dan 45 lembar terpal ukuran 5x7 meter.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Holtikultura Fajar Rahadiyanto mengungkapkan bantuan timbangan duduk dan terpal ini diberikan kepada kelompok tani binaan dalam sentra/pengembangan kawasan bawang merah dalam wilayah Kabupaten Probolinggo meliputi Kecamatan Tongas, Sumberasih, Bantaran, Leces, Tegalsiwalan, Dringu, Gending, Pajarakan, Kraksaan, Pakuniran, Maron, Besuk dan Krejengan.

"Untuk bantuan ini, satu kelompok mendapatkan satu timbangan duduk dan 1-2 lembar terpal tergantung luasan areal atau jumlah anggota kelompoknya. Karena nantinya bantuan ini akan menjadi aset dan inventaris dari kelompok tani. Bantuan ini harus bisa dimanfaatkan oleh semua anggota kelompok," ungkapnya Kamis (17/05/2018).

Lebih jauh Fajar menerangkan timbangan diperlukan agar petani mengetahui secara akurat hasil panen bawang merah yang dihasilkan dari lahannya. Dengan demikian akan memudahkan perhitungan usaha tani.

"Selain itu, petani juga dapat mengetahui jumlah pasti umbi bawang merah yang akan dijual ke pedagang/tengkulak sehingga dapat mencegah kecurangan penimbangan pada proses jual beli. Karena selama ini biasanya petani pasrah terhadap hasil penimbangan dari pedagang," terangnya.

Dengan bantuan terpal Fajar mengharapkan kelompok tani dapat melakukan kegiatan pasca panen dengan lebih baik terutama pada proses pengeringan umbi bawang merah. Proses pengeringan sangat penting karena berpengaruh terhadap proses selanjutnya berupa penyimpanan.

"Pengeringan yang kurang sempurna akan dapat menyebabkan umbi mudah busuk, berjamur atau terserang bakteri. Hal tersebut secara langsung akan berpengaruh pada kualitas bawang merah yang dihasilkan, terlebih jika tujuan penyimpanan untuk pembuatan benih," jelasnya.

Menurut Fajar, dengan menggunakan terpal proses pengeringan akan lebih cepat dan lebih bersih karena umbi bawang merah yang dijemur tidak kontak langsung dengan tanah. Terpal juga dapat digunakan sebagai penutup saat hujan atau pengangkutan hasil panen.

"Melalui pemberian bantuan timbangan duduk dan terpal ini kami mengharapkan kelompok tani lebih bersemangat menanam dan produk yang dihasilkan kualitasnya meningkat, karena penanganan pasca panen tersedia," harapnya. Hid/ant



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)