Rabu, 11 April 2018 - 20:47:19 WIB

Areal Tembakau MT Probolinggo Seluas 10.774 Hektar


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: DAERAH - Dibaca: 155 kali

BeritaA1, Probolinggo : Rencana areal tanam tembakau musim tanam (MT) tahun 2018 sama dengan tahun 2017 seluas 10.774 hektar. Dengan rencana produksi sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton/Ha. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati dalam rapat koordinasi (rakor) perencanaan areal tembakau Musim Tanam (MT) tahun 2018. "

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati dalam rapat koordinasi (rakor) perencanaan areal tembakau Musim Tanam (MT) tahun 2018.

"Mengingat musim dan animo petani dalam menanam tembakau yang belum bisa diprediksi, maka rencana areal tembakau tahun 2018 sama dengan rencana areal tanam tahun 2017 sebesar 10.774 hektar dengan asumsi kebutuhan tembakau sebesar 12.929 ton dan produktivitas 1,2 ton/ha. Jadwal tanam dimulai akhir Mei 2018, "katanya Rabu (11/04/2018).

Menurut Evi, areal tembakau ini berada di 7 kecamatan potensi tembakau Paiton VO meliputi Paiton seluas 1.943 hektar, Kotaanyar seluas 1.544 hektar, Pakuniran seluas 1.490 hektar, Besuk seluas 2.188 hektar, Krejengan seluas 2.200 hektar, Kraksaan seluas 1.110 hektar dan Gading seluas 299 hektar. Sehingga totalnya mencapai 10.774 hektar.

"Mulai tanam tembakau tanggal 25 Mei sampai dengan akhir Juni 2018 sehingga didapatkan mutu tembakau yang sangat bagus. Sebelum menanam, petani harus bisa memilih bibit yang murni dan sehat. Serta mengantisipasi musim hujan yang berkepanjangan diharapkan para petani mengolah tanah secara sempurna dengan sistem drainase yang lancar," jelasnya.

Lanjut, Evi untuk tahun 2017 rencana areal tanam tembakau seluas 10.774 hektar dan rencana produksi 12.929 ton dengan asumsi produktivitas 1,2 ton/hektar. Realisasi tanam tahun 2017 seluas 7.609 hektar dengan produksi sebanyak 12.064 ton. Terdapat penurunan areal tanam 29,37% dari rencana tanam tahun 2017 dengan produktivitas 1,59 ton/hektar.

"Kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang kebutuhan tembakau dan rencana areal musim tanam 2018. Sekaligus mengantisipasi permasalahan-permasalahan antara petani sebagai produsen/penyedia bahan baku dengan pihak gudang/pabrikan sebagai konsumen," tegasnya.

Lebih jauh, Evi menerangkan rakor ini merupakan salah satu upaya untuk mengetahui kebutuhan bahan baku tembakau sehingga dapat diproyeksikan areal tanam tembakau dengan harapan terjadi keseimbangan antara suply dengan demand (permintaan dan penawaran) yang pada akhirnya berpengaruh pada pengendalian harga tembakau.

"Tujuan utama dari rakor ini agar terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran, agar tidak terjadi over produksi yang mengakibatkan jatuhnya harga tembakau," lanjutnya.

Selanjutnya DKPP Kabupaten Probolinggo akan memberikan sosialisasi rencana areal tembakau di masing-masing kecamatan mulai 16 hingga 26 April 2018. Meliputi : Kecamatan Pakuniran, Kotaanyar, Besuk, Paiton, Kraksaan, Krejengan dan Gading. Wan/Hid/Ant

Mengingat musim dan animo petani dalam menanam tembakau yang belum bisa diprediksi, maka rencana areal tembakau tahun 2018 sama dengan rencana areal tanam tahun 2017 sebesar 10.774 hektar dengan asumsi kebutuhan tembakau sebesar 12.929 ton dan produktivitas 1,2 ton/ha. Jadwal tanam dimulai akhir Mei 2018, "katanya Rabu (11/04/2018). Menurut Evi, areal tembakau ini berada di 7 kecamatan potensi tembakau Paiton VO meliputi Paiton seluas 1.943 hektar, Kotaanyar seluas 1.544 hektar, Pakuniran seluas 1.490 hektar, Besuk seluas 2.188 hektar, Krejengan seluas 2.200 hektar, Kraksaan seluas 1.110 hektar dan Gading seluas 299 hektar. Sehingga totalnya mencapai 10.774 hektar.

"Mulai tanam tembakau tanggal 25 Mei sampai dengan akhir Juni 2018 sehingga didapatkan mutu tembakau yang sangat bagus. Sebelum menanam, petani harus bisa memilih bibit yang murni dan sehat. Serta mengantisipasi musim hujan yang berkepanjangan diharapkan para petani mengolah tanah secara sempurna dengan sistem drainase yang lancar," jelasnya.

Lanjut, Evi untuk tahun 2017 rencana areal tanam tembakau seluas 10.774 hektar dan rencana produksi 12.929 ton dengan asumsi produktivitas 1,2 ton/hektar. Realisasi tanam tahun 2017 seluas 7.609 hektar dengan produksi sebanyak 12.064 ton. Terdapat penurunan areal tanam 29,37% dari rencana tanam tahun 2017 dengan produktivitas 1,59 ton/hektar.

"Kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang kebutuhan tembakau dan rencana areal musim tanam 2018. Sekaligus mengantisipasi permasalahan-permasalahan antara petani sebagai produsen/penyedia bahan baku dengan pihak gudang/pabrikan sebagai konsumen," tegasnya. Lebih jauh, Evi menerangkan rakor ini merupakan salah satu upaya untuk mengetahui kebutuhan bahan baku tembakau sehingga dapat diproyeksikan areal tanam tembakau dengan harapan terjadi keseimbangan antara suply dengan demand (permintaan dan penawaran) yang pada akhirnya berpengaruh pada pengendalian harga tembakau. "Tujuan utama dari rakor ini agar terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran, agar tidak terjadi over produksi yang mengakibatkan jatuhnya harga tembakau," lanjutnya. Selanjutnya DKPP Kabupaten Probolinggo akan memberikan sosialisasi rencana areal tembakau di masing-masing kecamatan mulai 16 hingga 26 April 2018. Meliputi : Kecamatan Pakuniran, Kotaanyar, Besuk, Paiton, Kraksaan, Krejengan dan Gading. Wan/Hid/Ant



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)