Rabu, 11 April 2018 - 07:31:49 WIB

Plt Bupati Lumajang Terus Lakukan Monitoring UNBK


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 101 kali

BeritaA1 Lumajang, Plt Bupati Lumajang terus melakukan monitoring terhadap Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Lembaga sekolah yang ada di Lumajang Jawwma Timur.

Secara keseluruhan dalam proses ujian di Lumajang sudah berjalan lancar akan tetapi masih adanya sejumlah kendala yakni kurangnya sarana prasarana salah satunya yakni unit komputer yang masih minim dan tidak adanya Genset.

Untuk itu kedepan Pemerintah Lumajang juga turut berpikir dalam melengkapi persoalan tersebut. "Sekolah kedepan harus memiliki Genset, dan memperbanyak unit komputer, ini harus dipikirkan oleh semua pihak terkait, jika tidak menyalahi aturan Pemerintah Lumajang akan memenuhi jika tidak ya Pemerintah Propinsi, "Jelasnya Rabu, (11/04/2018)

Sementara itu data yang berhasil dihimpun dalam proses ujian yakni nyaris saja seluruh siswa kelas XII SMA Mataram Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang gagal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua. Sistem pertahanan server utama di SMA Mataram sempat diretas virus komputer. Meskipun masalah tersebut segera bisa diatasi Para siswa tetap bisa melanjutkan UNBK.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispebdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Lumajang, Sugiono Eksantoro, virus itu masuk Senin sore (9/3), begitu sesi ketiga usai. Dia mendapat laporan dari proktor SMA Mataram, ada virus bernama ransomware masuk ke server utama sesaat setelah server di-log out.

Pada monitor server ada tulisan, server kembali bisa dibuka setelah pemiliknya membayar uang tunai senilai kurang lebih Rp 4,5 juta. “Ada kursnya dalam dolar. Kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 4,5 juta. Tapi saya larang pihak sekolah untuk membayar.

Mereka saya suruh betulin saja sore itu,” terang Sugiono. Sampai malam hari ternyata server belum bisa kembali normal. Salah satu SMA swasta di Kecamatan Tempursai itu berpotensi tidak bisa menerima kiriman soal untuk UNBK hari kedua.

“Kemudian saya instuksikan untuk pakai server cadangan saja,” ucapnya. Server cadangan pun nyaris tidak bisa dipakai. Hingga pukul 07.40 kemarin (10/4), komputer ujian belum bisa dipakai login. Padahal UNBK sesi pertama harusnya sudah mulai dilangsungkan pukul 07.30. Server cadangan baru benar-benar bekerja normal sekitar pukul 08.15. Akibatnya, proses UNBK sesi pertama di SMA Mataram jadi molor hingga 45 menit. Molornya sesi pertama otomatis membuat sesi kedua dan ketiga ikut terlambat.

Sesi kedua yang seharusnya berlangsung pukul 12.30 terpaksa diundur jadi pukul 13.15. Dan sesi ketiga yang mestinya dimulai pukul 14.00, baru bisa dilangsungkan pukul 14.45. Hingga sore kemarin, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lumajang menyatakan jika server utama milik SMA Mataram belum selesai diperbaiki. Padahal, sesuai aturan server cadangan tidak boleh dipakai lebih dari sekali. “Tapi karena ini darurat, saya juga mengajukan permohonan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Surabaya agar pelaksaan UNBK di SMA Mataram tetap menggunakan server cadangan, selama server utama belum bisa dipakai,” papar Sugiono. Nyatanya, kejadian kemarin bukan kali –pertama server utama SMA Mataram terpapar virus komputer.

Saat pelaksaan USBN beberapa pekan kemarin, peristiwa serupa juga terjadi di sekolah tersebut. Padahal, ucap Sugiono, sistem pertahanan yang ditanamkan dalam jaringan komputer SMA Mataram sama persis dengan SMA lainnya di Lumajang. “Ini kok seperti dijadikan langganan. Waktu USBN kemarin, operator virusnya minta kompensasi Rp 1,5 juta,” pungkasnya. An



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)