Kamis, 08 Maret 2018 - 21:19:35 WIB

Dinas Koperasi Probolinggo Dorong Perekonomian Dengan Tertib Administrasi


Diposting oleh : Kang A"an
Kategori: BISNIS DAN EKONOMI - Dibaca: 203 kali

BeritaA1 Probolinggo : Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menargetkan 350 koperasi bisa melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Namun hingga awal Maret 2018, baru sekitar 86 koperasi atau 24,5% yang sudah melaksanakan kewajibannya melakukan RAT. Ke-86 koperasi yang sudah melakukan RAT meliputi 28 koperasi wanita (kopwan), 30 Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Wanita, 14 KPRI, 1 Koperasi Siswa (Kopsis), 4 KSU, 2 KSP, 6 Koperasi Karyawan (Kopkar) dan 1 koperasi pondok pesantren (Koppontren). Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kasi Penyuluhan dan SDM Josef Teguh Sulaksono mengatakan konsep RAT dilaksanakan di dalam pengajian dengan memberikan laporan pertanggungjawaban kepada anggota dalam tahun buku 2017.

Realitas data yang ada di koperasi yang disajikan dalam RAT. "Kita konsolidasi ke dalam data dan realitasnya bagaimana. Sehingga dari sekian banyak koperasi yang aktif, targetnya hanya 350 koperasi saja yang bisa melaksanakan RAT tahun ini. Tetapi mudah-mudahan semua koperasi bisa melaksanakan RAT. Karena RAT ini sebagai tolak ukur aktif dan tidaknya sebuah koperasi, "katanya Kamis (08/03/2018).

Menurut Josef, batas akhir RAT adalah 31 Maret 2018 mendatang. Meskipun tidak ada sanksi khusus yang diberikan bagi koperasi yang tidak melakukan RAT, tetapi secara kinerja dari sebuah koperasi ada penilaian tidak baik. Dalam Undang-undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian, RAT itu dilaksanakan 6 bulan setelah tahun buku sebelumnya. Kalau tidak RAT berarti ada yang tidak sesuai dari sebuah koperasi, jelasnya. Josef menerangkan dalam RAT itu sebetulnya ada 3 (tiga) hal yang harus disampaikan pengurus kepada anggota.

Karena anggota sebagai pemilih dan pengguna berhak tahu sampai sejauh mana pengurus melaporkan sisi organisasi/kelembagaan (organisasi secara utuh dari sisi pengurus, pengawas dan anggota), permodalan (karena koperasi badan usaha yang tidak lepas dari modal baik modal sendiri maupun modal luar) serta usaha (sampai seberapa jauh usahanya tahun kemarin). Pengurus wajib menyampaikan semua itu kepada pemilih dalam hal ini anggota koperasi.

Standart yang harus disampaikan meliputi neraca, perhitungan hasil usaha, arus kas, perubahan modal sendiri dan catatan atas laporan keuangan, tegasnya. Lebih lanjut Josef menyampaikan RAT ini bertujuan melaporkan apa yang sudah dicapai kepada anggota.

Karena anggota itu sebagai pemilih, pengguna dan pengendali. Kendalanya selama ini sehingga koperasi tidak RAT diantaranya, koperasi tidak jalan, tingkat kesadaran anggota untuk berkoperasi masih kurang serta SDM pengurus dan pengawas masih belum maksimal. Kami berharap mudah-mudahan target 350 koperasi bisa melaksanakan RAT bisa tercapai dan tahun depan bisa lebih banyak lagi.

Dengan RAT menunjukkan bahwa koperasi aktif. Bagi yang belum RAT tetap kami bisa agar bisa melaksanakan RAT, pungkasnya. wan/An



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)